Virtual Hosting atau juga dikenal sebagai shared hosting memiliki pengertian bahwa sebuah server melayani lebih dari 1 (satu) domain. Dengan adanya teknologi virtual hosting ini, siapa saja yang ingin memiliki situs web atau layanan internet lainnya (mail, file storage, multimedia, dll) tidak perlu membangun server sendiri; yang tentu saja membangun server sendiri memakan lebih banyak biaya diantaranya: biaya perangkat keras & lunak (hardware & software), koneksi internet khusus, dan juga staf khusus.

Linux yang dari awal dibangun dengan karakteristik dan keunggulan UNIX dalam hal aplikasi server, tentu saja dapat digunakan untuk membangun virtual hosting dengan Apache Web Server-nya. Di sini akan aku coba tunjukkan langkah-langkah yang pernah dicoba untuk membangun virtual hosting. So, jika ada langkah-langkah yang keliru… don’t be angry with me, namanya juga manusia.

sebelum lebih jauh dilanjutkan, hal-hal di bawah ini harus dipenuhi dulu:

Pertama, kita lihat terlebih dahulu melihat konfigurasi Apache Web Server, dengan membuka file /etc/apache2/apache2.conf.

sudo vim /etc/apache2/apache2.conf

Temukan baris yang berisi tulisan:

Include /etc/apache2/sites-enabled/[^.#]*

yang berarti bahwa saat Apache dimulai akan melihat file-file dalam direktori /etc/apache2/sites-enabled. File-file dalam direktori ini sebenarnya hanya shortcut / link / penghubung menuju file konfigurasi sebenarnya. Ini memudahkan bagi kita untuk mengendalikan situs mana yang aktif (enabled). File konfigurasi sebenarnya terletak di /etc/apache2/sites-available. Sekarang, buka terminal dan tuliskan perintah berikut:

sudo vim /etc/apache2/sites-available/blog.blog

Tuliskan baris-baris berikut

<VirtualHost 192.168.100.252:80>

ServerName blog.blog

ServerAlias http://www.blog.blog

ServerAdmin admin@blog.blog

DocumentRoot /home/goblog/public_html

</VirtualHost>

Perlu diingat bahwa alamat IP di atas harus diganti dengan alamat IP pada komputer yang anda gunakan. Untuk DocumentRoot, anda bisa buat direktori public_html pada direktori home anda sendiri. Jangan lupa simpan dengan menekan tombol [Esc], :wq [Enter].

sudo /etc/init.d/apache2 restart

Kedua, adalah konfigurasi Server DNS untuk memberikan nama domain. Buka file /etc/bind/named.conf.local dan isikan baris-baris berikut:

zone “blog.blog”{
type master;
file “/etc/bind/zones/blog.blog.db”;
};

Kemudian, buat juga file konfigurasinya

sudo vim /etc/bind/zones/blog.blog.db

dengan baris-baris berikut sebagai isinya

blog.blog.    IN    SOA    ns1.blog.blog.    blog.blog. (
2009010402
28800
3600
604800
38400
)
blog.blog.    IN    NS        ns1.blog.blog.
blog.blog.    IN    MX    10    mail.blog.blog.
www    IN    A    192.168.100.252
mail    IN    A    192.168.100.252
ns1    IN    A    192.168.100.252

simpan dan restart BIND.

sudo /etc/init.d/bind9 restart

Ketiga – testing, untuk membuktikan virtual hosting ini sudah aktif, periksa dengan cara seperti ini:

dig blog.blog

Jika diperoleh status: NOERROR berarti nama domain sudah aktif dan bisa digunakan. Kemudian buat sebuah file index.html di direktori /home/goblog/public_html.

vim /home/goblog/public_html/index.html

<html>
<head><title>Percobaan</title></head>
<body>
<h1>Halo semuanya !!!</h1>
</body>
</html>

simpan, buka browser dan ketikkan alamat: http://blog.blog. Jika anda melihat tulisan Halo semuanya !!! berarti virtual hosting yang dibuat sudah berhasil. Selamat ya!

Iklan