Dual (multi) boot merupakan istilah untuk komputer dengan banyak operating system (OS) di dalamnya, sehingga kita dapat memilih OS mana yang akan kita gunakan. Tujuan penggunaan dual boot ini juga beragam:

  1. Bagi sys-admin yang menangani beragam OS dalam jaringan. Misalnya, melakukan remote install aplikasi akan lebih mudah bila dilakukan melalui sistem/OS yang sama.
  2. Migrasi dari OS proprietary ke open source yang memerlukan tahap pengenalan atau pembiasaan.
  3. Software developer atau pengembang perangkat lunak, yang menginginkan softwarenya bisa berjalan di berbagai platform OS.
  4. Menghindari sweeping software bajakan.
  5. de-el-el

Setiap orang memiliki alasannya masing-masing. Apapun alasannya, di sini akan kita coba membuat dual boot menggunakan Ubuntu Linux 9.04 Jaunty dengan Ms Windows XP. Kenapa diberi nomer 1 (satu)? Karena ada dua cara yang akan kita praktikkan.

Langkah pertama, komputer harus sudah terinstal Ms Windows XP yang caranya bisa dilihat di sini. Kemudian nyalakan komputer hingga Windows XP berjalan stabil.

Langkah kedua, saat berada di lingkungan Windows ini, masukkan CD Ubuntu 9.04 ke dalam CD/DVD ROM drive. Image (file .ISO) Ubuntu 9.04 bisa diunduh di sini dan juga dapat dibeli di toko.baliwae.com atau minta dari Ubuntu. Dengan langkah ini, menu “autorun” Ubuntu akan ditampilkan.

Menu Autorun WUBI
Menu Autorun WUBI

Tampilan di atas merupakan tampilan aplikasi bernama WUBI – Ubuntu Installer for Windows. WUBI inilah yang akan membantu proses instalasi Ubuntu.

Langkah ketiga, pastikan bahwa kita memiliki ruang kosong (free space) di harddisk untuk ditempati Ubuntu. Di sini ditunjukkan sebuah partisi kosong (berformat NTFS) yang akan ditempati Ubuntu. Bisa saja di tempat lain atau di dalam folder, yang penting pada partisi dengan jumlah ruang kosong terbesar.

Partisi kosong
Partisi kosong

Langkah keempat, setelah memastikan dimana lokasi yang akan digunakan, pilih menu {Install inside Windows} dari menu WUBI di atas.

Pengaturan Dasar
Pengaturan Dasar

Keterangan:

  1. Installation drive, yang secara otomatis dideteksi memiliki ruang kosong terbesar;
  2. Installation size, ukuran instalasi Ubuntu yang akan dilakukan;
  3. Desktop environment, tentu saja Ubuntu;
  4. Language, pilih bahasa yang anda kuasai;
  5. Username, isikan nama user atau pengguna yang akan digunakan pada Ubuntu;
  6. Password, ketikkan password atau kata sandi untuk pengguna.

Klik {Install} untuk melanjutkan proses instalasi Ubuntu di dalam Windows. Hasilnya… WUBI akan meminta kita untuk melakukan reboot.

Reboot
Reboot

Langkah kelima, setelah reboot komputer, pilih “Ubuntu” > ENTER dari menu pilihan yang ditampilkan.

Boot Menu
Boot Menu

Proses instalasi Ubuntu akan dilanjutkan sesaat setelah menu “Ubuntu” kita pilih. Prosesnya mencakup: pemartisian, pemformatan partisi, instalasi file, deteksi hardware, konfigurasi hardware, dan instalasi GRUB.

Tunggulah hingga seluruh proses berakhir yang ditandai dengan proses reboot oleh Ubuntu. Pilih “Ubuntu” pada boot menu seperti yang tampak pada gambar di atas, dan… walah Ubuntu sudah terinstal!

Halaman Login
Halaman Login

Fakta-fakta instalasi dengan cara ini:

  • Semua file Ubuntu akan diletakkan pada drive atau lokasi yang ditentukan sebelumnya. Hati-hati! Jika anda masih sering menggunakan Windows, file ini bisa dengan tidak-sengaja-terhapus.
Ubuntu di Windows Explorer
Ubuntu di Windows Explorer
  • Jika bosan atau butuh ruang kosong, un-install saja Ubuntu dari menu “Add/Remove”.
Ubuntu di Add/Remove
Ubuntu di Add/Remove

Nah, sudah demikian canggih ya Linux, bisa di-instal dalam Windows dan tanpa perlu repot melakukan pemartisian yang berbahaya bagi pengguna umum. Kapan ya Windows bisa diinstal dalam Linux? Minimal… aplikasi-aplikasinya bisa dijalankan di Linux tanpa masalah.

By the way, semoga bermanfaat!

Iklan