Thinstation: Mudah, Murah, Moderen

Alhamdulillah… akhirnya setting server thinstation-nya selesai. Permintaan dari seorang kawan yang berencana menggunakannya untuk laboratorium komputer di sekolahnya. Dan memang, untuk lembaga pendidikan / sekolah, thinstation ini yang paling tepat.

Kenapa begitu?

Thinstation sangat mudah untuk di-implementasi-kan dalam jaringan komputer (LAN). Konfigurasinya hanya berupa file teks sehingga tidak memerlukan program khusus atau kemampuan pemrograman. Siapa saja bisa (tentu saja harus belajar).

Selain itu, murah. Penggunaan komputer di sekolah pada umumnya hanya berkisar pada penggunaan aplikasi perkantoran (office) yang tidak memerlukan sumber daya besar. Sehingga, klien cukup menggunakan komputer kelas Pentium 133 / 233, Pentium 2, atau Pentium 3, dengan memori minimal 32MB, dan… tanpa harddisk!

Jika tanpa harddisk, lalu bagaimana komputer klien bisa melakukan booting? Di situlah kenapa thinstation ini aku sebut moderen alias canggih. Komputer klien melakukan booting melalui jaringan atau istilah kerennya “Netboot”. Hal ini bisa terjadi hanya dengan bantuan sebuah floppy disk atau menggunakan kartu jaringan yang mendukung PXE. Saat komputer dinyalakan, secara otomatis komputer akan melakukan permintaan DHCP ke server (yang terdeteksi olehnya). Setelah memperoleh ip address, komputer kemudian mendownload file-file sistem operasi dan menyimpannya di memori / RAM untuk dijalankan. Setelah sistem operasi berhasil dijalankan, kemudian proses remote desktop dilakukan.

Remote Desktop, apa lagi? Remote Desktop ini adalah proses ditampilkannya layar pengguna (yang terletak di server) pada komputer klien. Dengan teknologi remote desktop ini, sumber daya komputer klien tidak perlu besar karena yang diterima hanya “tampilan layar” saja. Sedangkan seluruh proses terjadi di server. Berarti komputer server harus memiliki sumber daya yang cukup untuk melayani sejumlah klien? Tentu saja. Akan tetapi, masih tetap lebih murah dibandingkan dengan menggunakan standalone PC dalam jaringan. Dilain pihak, thinstation lebih mudah perawatan softwarenya karena hanya ada 1 (satu) komputer yang terinstal OS dan aplikasi lainnya.

Sayangnya, sekolahku masih melihat teknologi dari bentuk fisik. Komputer tua (Pentium 1, Pentium 2, dan Pentium 3) dilihat sebagai teknologi “ketinggalan” dijaman multi core (Dual Core, Core 2 Duo, dll).

By the way, aku masih ingin berbagi suka-duka membuat server thinstation ini, meskipun sudah banyak yang membahas. Aku tidak akan membahas detilnya, hanya hal-hal yang kujumpai tidak sama dengan tutorial lainnya saja yang akan kutulis. Tunggu saja. (^_^ emang ada yang nunggu?)

One thought on “Thinstation: Mudah, Murah, Moderen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s