Arsip Kategori: F/OSS

10 Software Gratisan Favoritku

Bagi orang yang sudah terbiasa bekerja di bawah lingkungan Ms Windows (seperti aku) mungkin akan ‘sedikit’ sulit beradaptasi dengan sistem operasi lainnya, terlebih Linux. Di sisi lain, penggunaan standar dokumen yang berbeda membuat kita semakin tergantung pada software tertentu.

Biarpun begitu sulitnya menghilangkan kecanduan itu, aku tetap memperbanyak penggunaan free software dalam sistem komputerku. Berikut ini 10 software gratisan favoritku:

1. 7-zip, yang dapat menangani beragam metode kompresi file. Tidak hanya gratis, tersedia juga source code-nya bagi yang ingin ikut mengembangkannya.

2. Avira Antivir Personal, antivirus gratisan yang cukup handal untuk mengamankan komputerku dari virus. Update-nya yang rutin membuatku nyaman menggunakannya.

3. Foxit Reader, alat pembaca PDF yang ringan dan gratis dengan fitur standar yang cukup memenuhi kebutuhanku sehari-hari.

4. Mozilla Firefox, web browser gratisan yang terbaik menurutku.

5. WinAmp, pemutar musik yang sudah sejak lama gratis dan popular.

6. VLC Media Player, pemutar video yang kompatibel dengan berbagai media, ringan, dan gratis.

7. CDBurnerXP, pembakar CD/DVD standar yang cukup baik.

8. Notepad++, pengganti Notepad khususnya bagi siapa saja yang suka menulis skrip-skrip program. Dilengkapi dengan syntax higlighter, mendukung banyak bahasa pemrograman.

9. XAMPP, paket server web lokal yang komplit meliputi: Apache 2, MySQL 5, PHP 5, dan phpMyAdmin.

10. Alcohol 52%, emulator CD/DVD yang dapat digunakan untuk menciptakan CD/DVD Drive maya dan pembuatan CD/DVD image. Lumayan, bisa menghemat penggunaan CD/DVD Drive khususnya untuk memainkan game.

Nah, itulah 10 software gratisan yang selalu kupakai di PC, laptop, atau netbook. Bagaimana dengan kamu?

Aplikasi Perkantoran Canggih dan “Free”

Akhirnya… aplikasi perkantoran free / open source hadir. Ya, OpenOffice.org dan LibreOffice. Untuk tahun ini kita bisa menggunakan salah satu darinya dengan cuma-cuma alias gratis! Meskipun OpenOffice.org telah dibeli Oracle dari SUN, Oracle tetap menjadikan OpenOffice.org 3.3 sebagai aplikasi perkantoran terbuka dan gratis. Setelah melalui sepuluh kali versi beta, akhirnya hari ini aku bisa mengunduh dan menggunakan OpenOffice.org terbaru. Semoga saja, dengan fitur-fitur baru yang ditawarkan, OpenOffice.org bukan saja menjadi alternatif tetapi menjadi replacement alias pengganti aplikasi perkantoran berbayar yang tak mampu kita dapatkan tanpa membajaknya.

OpenOffice.org 3.3

OpenOffice.org 3.3

LibreOffice 3.3

LibreOffice 3.3

Sedangkan LibreOffice ini sendiri merupakan keturunan dari OpenOffice.org. Kenapa kok begitu? Gara-gara seluruh lini perusahaan SUN dibeli oleh Oracle, muncul kekhawatiran akan kelangsungan aplikasi perkantoran yang open source dan tersedia bebas untuk semua orang. The Document Foundation, yang dibuat oleh komunitas OpenOffice.org merasa perlu untuk menyiapkan aplikasi perkantoran pengganti jika seandainya OpenOffice.org ditutup (kode sumber dan kebebasan pemakaiannya) oleh Oracle. Bisa dilihat dari tampilan splash screen-nya yang mirip dengan OpenOffice.org lama. Tentu saja, LibreOffice juga menyertakan fitur-fitur baru yang mirip OpenOffice.org.

Open Solaris 2009.06

Ups… siapa tuh? Eh, ternyata pak Pos, bawa kiriman buatku. Apa ya? Ternyata, commercial sample Open Solaris 2009. Buka bungkusnya, ternyata Open Solaris 2009.06 versi LiveCD.

Open Solaris 2009.06

Open Solaris 2009.06

Dan baru malam ini dicoba… hasilnya, sbb:

  • Desktop: berbasis Gnome, sama seperti Linux (Debian, Fedora, Ubuntu, dll)
  • Internet: biasa juga, Mozilla Firefox, Thunderbird, Pidgin.
  • Aplikasi perkantoran: saat kucoba LiveCD, ternyata cuma ada Evince, document reader.
  • Permainan: standar seperti di Linux
  • Aplikasi pengembangan: tidak ada

Tapi bagusnya, Baca lebih lanjut

Instal Zekr di Linux Mint 6

Zekr — Full Featured Qur’an Made for Linux adalah aplikasi Qur’an untuk Linux. Meskipun begitu, ada juga versi Windows dan Mac-nya. Dan, seperti pada umumnya aplikasi under Linux, lisensinya pun open source. Bagi yang pernah mencicipi Ubuntu Muslim Edition tentunya sudah tahu seperti apa aplikasi Zekr ini.

Kali ini, karena belum ada Linux Mint Muslim Edition bagi yang pengen menjajal Zekr harus instal sendiri. Cara lebih lengkap ada di situs resminya. Di sini, aku tunjukin langkah-langkah yang aku gunakan.

Baca lebih lanjut

Install Linux di PC Zyrex Studia?

Komputer yang aneh…

Tidak lama, jurusan Teknik Komputer & Jaringan (TKJ) di sekolahku akhirnya bisa memiliki laboratorium komputer. Baru, dengan spesifikasi:

  • Intel P4 Dual Core 2GHz
  • 512MB DDR2 Non-ECC
  • HDD SATA 80GB
  • DVD ROM 16x
  • Monitor 15″

Ya… mereknya, Zyrex PC Studia. Senang, bahagia, bersyukur,pasti!!! Tapi, keanehan-keanehan mulai terjadi begitu PC dikeluarkan dari kartonnya.

Baca lebih lanjut

Mencoba CrossOver Game

Maen game Windows di Linux? Sepertinya hampir mustahil, selain dasar operating system yang berbeda, belum ada pengembang game populer di Windows yang membuat game-nya agar dapat berjalan di Linux. Tapi tidak demikian kenyataannya. Selalu ada orang-orang baik yang mendermakan ilmu pengetahuan dan keterampilannya untuk kepentingan bersama. Salah satunya, kelompok pengembang WINE: WINE Is Not Emulator, yang mengembangkan software agar aplikasi-aplikasi under Windows dapat berjalan di Linux.

Selain itu, ada juga perusahaan yang mendukung pengembangan WINE ini, dialah CodeWeavers. CodeWeavers mengembangkan interface dan mempermudah integrasi WINE pada keluarga *nix bahkan pada MacOS. Produk-produknya antara lain:

  • CrossOver Linux
  • CrossOver Mac
  • CrossOver Game

Kali ini, aku lagi pengen nyobain CrossOver Game agar game CounterStrike yang sedang aku suka dapat dimainkan di Linux Mint. So, bagi yang pengen nyoba juga, download aja CrossOver Game versi demo dari websitenya atau coba klik di sini.

Download versi .deb bagi yang pake keluarga Debian, atau .sh jika anda tidak tahu Linux yang digunakan masuk keluarga mana. Setelah berhasil mengunduhnya, langsung aja install lewat terminal. Masuk ke direktori tempat file CrossOver Game diunduh.

sudo dpkg -i ./crossover-games-demo_7.1.0-1_i386.deb

Proses instalasinya tidak akan lama. Berhasil atau tidaknya, periksa Menu > CrossOver Game.

Membangun DNS Server di Linux Mint 6

Setelah berhasil membuat server web menggunakan Linux Mint 6.0, sekarang kita akan mencoba membangun sebuah DNS Server di atasnya. Kenapa perlu DNS Server? Setiap komputer yang terhubung ke jaringan akan selalu diberikan alamat agar dapat dikenali oleh komputer lainnya dalam jaringan tersebut. Alamat itu lebih populer disebut IP Address yang berupa serangkaian bilangan biner. Untuk jaringan ber-skala kecil, kelas A, mungkin tidak akan sulit untuk menghafalkan ip address dari masing-masing komputer. Namun bagaimana halnya bila kita mengunjungi suatu situs dan harus menghafalkan ip address dari servernya? Mampu? Bagiku mustahil.

DNS Server bertugas untuk menyimpan ip address dalam bentuk kata atau kalimat. Misalnya: www.wordpress.com memiliki ip address:  10.20.30.40 (contoh, bukan sebenarnya). Selain itu, DNS juga bertugas menerjemahkan permintaan alamat situs dan menunjukkan dimana situs itu berada.

Baca lebih lanjut