Arsip Kategori: Linux-Distro

Goes to Open Source…

Well, akhirnya kuputuskan untuk meniadakan Microsoft Windows dari netbook kesayanganku HP Mini 3100. Dan, mulai sekarang, semua materi pembelajaranku akan menggunakan aplikasi free/open source software. Alhamdulillah-nya, materi pelajaranku bisa (maksudku, mudah) di open source-kan. Karena selama ini aku sudah menggunakan: Joomla! untuk “Mengelola Halaman Web”.

Aku pilih Linux Mint 11 untuk mengisi netbook kesayangan. Selain itu, paket-paket aplikasi khusus untuk pembelajaran multimedia di SMK juga dipasang. Selain itu, ada beberapa modifikasi tampilan supaya proses transisi jadi lebih mudah.

Beberapa aplikasi yang kupasang:

  • Mengelola Halaman Web: Bluefish, KompoZer, LAMPP
  • Teknik Pengambilan Gambar dan Menerapkan Efek: Cinelerra, Openshot
  • Pengolahan Gambar: GIMP (Raster), InkScape (vektor)
  • Animasi 2D: pencil
  • Animasi 3D: Blender
  • Desktop publishing: Scribus
  • Penampil foto: Google Picasa
  • Aplikasi perkantoran: LibreOffice
Linux Mint 11

Linux Mint 11

Aplikasi Perkantoran Canggih dan “Free”

Akhirnya… aplikasi perkantoran free / open source hadir. Ya, OpenOffice.org dan LibreOffice. Untuk tahun ini kita bisa menggunakan salah satu darinya dengan cuma-cuma alias gratis! Meskipun OpenOffice.org telah dibeli Oracle dari SUN, Oracle tetap menjadikan OpenOffice.org 3.3 sebagai aplikasi perkantoran terbuka dan gratis. Setelah melalui sepuluh kali versi beta, akhirnya hari ini aku bisa mengunduh dan menggunakan OpenOffice.org terbaru. Semoga saja, dengan fitur-fitur baru yang ditawarkan, OpenOffice.org bukan saja menjadi alternatif tetapi menjadi replacement alias pengganti aplikasi perkantoran berbayar yang tak mampu kita dapatkan tanpa membajaknya.

OpenOffice.org 3.3

OpenOffice.org 3.3

LibreOffice 3.3

LibreOffice 3.3

Sedangkan LibreOffice ini sendiri merupakan keturunan dari OpenOffice.org. Kenapa kok begitu? Gara-gara seluruh lini perusahaan SUN dibeli oleh Oracle, muncul kekhawatiran akan kelangsungan aplikasi perkantoran yang open source dan tersedia bebas untuk semua orang. The Document Foundation, yang dibuat oleh komunitas OpenOffice.org merasa perlu untuk menyiapkan aplikasi perkantoran pengganti jika seandainya OpenOffice.org ditutup (kode sumber dan kebebasan pemakaiannya) oleh Oracle. Bisa dilihat dari tampilan splash screen-nya yang mirip dengan OpenOffice.org lama. Tentu saja, LibreOffice juga menyertakan fitur-fitur baru yang mirip OpenOffice.org.

Baju XFCE untuk Isadora

Siapa sih Isadora? Isadora adalah nama sandi untuk Linux Mint 9 yang diluncurkan beberapa bulan lalu, tepatnya 18 Mei 2010. Isadora tampil semakin cantik di usianya yang beranjak dewasa. Seragam Gnome yang senantiasa hadir bersama Linux Mint, tidak luput juga melekat dengan Isadora. Namun, Isadora kembali menjadi perhatian komunitas dan mengalami make over. Mulai dari KDE, Fluxbox, LXDE, dan XFCE dikenakan pada Isadora. Dan hasilnya… luar biasa!!! Isadora yang cantik dengan Gnome, ternyata tetap cantik dengan berbagai baju yang dikenakannya.

Linux Mint 9 Isadora

Menu XFCE pada Isadora

Mint 8 Helena dan Canon iP1980

Terlena beberapa hari dengan Helena (Linux Mint 8) yang begitu cantik. Lupa jika printer kesayangan (:D karena cuman ada satu…) belum dapat digunakan karena drivernya tidak disertakan dalam paket distro Helena maupun Karmic Koala (Ubuntu 9.10). Teringat lagi kalo dulu pernah nulis instalasi seri iP1900 di Linux Mint 6.

Tapi… apa yang terjadi? Kok muncul informasi ini:

Package libcupsys2-dev is a virtual package provided by:
libcups2-dev 1.4.1-5ubuntu2.1
You should explicitly select one to install.
E: Package libcupsys2-dev has no installation candidate

Beberapa kali dilakukan

sudo apt-get update

tetap tidak menyelesaikan masalah. Masih dengan rasa penasaran, Google-lah tempat bertanya. Jawabannya cukup mengejutkan, no libcupsys2 at karmic ubuntu 9.10??
Dalam forum itu diberikan solusi dengan melakukan instalasi libcupsys2_1.3.9-17ubuntu3.4_all.deb untuk membantu transisi dari libcupsys2 yang berganti nama menjadi libcups2. Dan, alhamdulillah… semuanya berjalan lancar dan printerku bisa digunakan lagi bersama Helena.

Linux Mint 7.0 Gloria dirilis

Akhirnya… setelah Ubuntu 9.04 dirilis, yang kutunggu-tunggu datang juga. Linux Mint 7.0! Biarpun merupakan turunan dari Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope, Linux Mint 7.0 Gloria memiliki taste yang berbeda. It’s green and fresh!

gloria

Linux Mint 7.0 Gloria

Selain itu, tampilan menunya juga keren. Tetap Gnome dengan gaya Ms Windows. Mudah digunakan bagi yang terbiasa di lingkungan Ms Windows. Baca lebih lanjut

Vostro A840 dan Ubuntu 9.04

Dell + Ubuntu

Dell + Ubuntu

Pada posting tentang instalasi Ubuntu 9.04 ada yang menanyakan, “Apakah Ubuntu 9.04 dapat berjalan baik di laptop Dell Vostro A840?”. Secara umum jawabanku adalah bisa. Arti dari “bisa” ini adalah:

  • resolusi monitor berjalan normal, pada 1280×800
  • tidak ada masalah selama proses instalasi berkenaan dengan tipe harddisk sata
  • wireless lan atheros dapat berfungsi (terhubung ke access point/hotspot)
  • audio juga bisa mengeluarkan suara saat proses booting

Tetapi… Baca lebih lanjut

Dual Boot Windows – Ubuntu (2)

Bila pada cara pertama kita memanfaatkan kecanggihan WUBI untuk menginstal Ubuntu, cara kedua adalah menggunakan installer dari Ubuntu sendiri. Syaratnya, atur agar komputer dapat melakukan boot melalui CD/DVD, masukkan Ubuntu 9.04 Live CD yang sebelumnya bisa di-download atau dibeli, dan tunggulah hingga muncul menu booting seperti tampak pada gambar di bawah ini:

Boot CD Menu

Boot CD Menu

Pilih “Install Ubuntu” dan Baca lebih lanjut