Arsip Kategori: Linux Mint

Goes to Open Source…

Well, akhirnya kuputuskan untuk meniadakan Microsoft Windows dari netbook kesayanganku HP Mini 3100. Dan, mulai sekarang, semua materi pembelajaranku akan menggunakan aplikasi free/open source software. Alhamdulillah-nya, materi pelajaranku bisa (maksudku, mudah) di open source-kan. Karena selama ini aku sudah menggunakan: Joomla! untuk “Mengelola Halaman Web”.

Aku pilih Linux Mint 11 untuk mengisi netbook kesayangan. Selain itu, paket-paket aplikasi khusus untuk pembelajaran multimedia di SMK juga dipasang. Selain itu, ada beberapa modifikasi tampilan supaya proses transisi jadi lebih mudah.

Beberapa aplikasi yang kupasang:

  • Mengelola Halaman Web: Bluefish, KompoZer, LAMPP
  • Teknik Pengambilan Gambar dan Menerapkan Efek: Cinelerra, Openshot
  • Pengolahan Gambar: GIMP (Raster), InkScape (vektor)
  • Animasi 2D: pencil
  • Animasi 3D: Blender
  • Desktop publishing: Scribus
  • Penampil foto: Google Picasa
  • Aplikasi perkantoran: LibreOffice
Linux Mint 11

Linux Mint 11

Baju XFCE untuk Isadora

Siapa sih Isadora? Isadora adalah nama sandi untuk Linux Mint 9 yang diluncurkan beberapa bulan lalu, tepatnya 18 Mei 2010. Isadora tampil semakin cantik di usianya yang beranjak dewasa. Seragam Gnome yang senantiasa hadir bersama Linux Mint, tidak luput juga melekat dengan Isadora. Namun, Isadora kembali menjadi perhatian komunitas dan mengalami make over. Mulai dari KDE, Fluxbox, LXDE, dan XFCE dikenakan pada Isadora. Dan hasilnya… luar biasa!!! Isadora yang cantik dengan Gnome, ternyata tetap cantik dengan berbagai baju yang dikenakannya.

Linux Mint 9 Isadora

Menu XFCE pada Isadora

Mint 8 Helena dan Canon iP1980

Terlena beberapa hari dengan Helena (Linux Mint 8) yang begitu cantik. Lupa jika printer kesayangan (:D karena cuman ada satu…) belum dapat digunakan karena drivernya tidak disertakan dalam paket distro Helena maupun Karmic Koala (Ubuntu 9.10). Teringat lagi kalo dulu pernah nulis instalasi seri iP1900 di Linux Mint 6.

Tapi… apa yang terjadi? Kok muncul informasi ini:

Package libcupsys2-dev is a virtual package provided by:
libcups2-dev 1.4.1-5ubuntu2.1
You should explicitly select one to install.
E: Package libcupsys2-dev has no installation candidate

Beberapa kali dilakukan

sudo apt-get update

tetap tidak menyelesaikan masalah. Masih dengan rasa penasaran, Google-lah tempat bertanya. Jawabannya cukup mengejutkan, no libcupsys2 at karmic ubuntu 9.10??
Dalam forum itu diberikan solusi dengan melakukan instalasi libcupsys2_1.3.9-17ubuntu3.4_all.deb untuk membantu transisi dari libcupsys2 yang berganti nama menjadi libcups2. Dan, alhamdulillah… semuanya berjalan lancar dan printerku bisa digunakan lagi bersama Helena.

Linux Mint 7.0 Gloria dirilis

Akhirnya… setelah Ubuntu 9.04 dirilis, yang kutunggu-tunggu datang juga. Linux Mint 7.0! Biarpun merupakan turunan dari Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope, Linux Mint 7.0 Gloria memiliki taste yang berbeda. It’s green and fresh!

gloria

Linux Mint 7.0 Gloria

Selain itu, tampilan menunya juga keren. Tetap Gnome dengan gaya Ms Windows. Mudah digunakan bagi yang terbiasa di lingkungan Ms Windows. Baca lebih lanjut

Membuat DHCP Server di Linux Mint

Bagi para administrator jaringan lokal, khususnya jaringan di sekolah kejuruan yang memiliki jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Pasti bakal pusing jika terjadi ‘tabrakan’ IP. Jadilah sibuk melakukan pencarian dimana lokasi IP yang ber-‘tabrakan’ tadi. Solusinya?

Pake DHCP Server aja dan alamat IP semua klien di-set otomatis. Trus, bagaimana nge-install-nya? Nah, di sini aku contohin pake Linux Mint aja, pada prinsipnya semua Linux sama. Ikutin ya…

Pertama, sudah pasti harus install Linux Mint dulu ^_^. Selanjutnya, pastikan terhubung ke internet karena semua software yang dibutuhkan tersedia di Server Repositories Ubuntu (lho? Karena Linux Mint adalah keturunan Ubuntu, jadi pake server repo-nya sama).

Baca lebih lanjut

Mencoba VMware Player di Linux Mint

Kali ini, aku mencoba meng-install VMware Player di Linux Mint. VMware merupakan software virtualisasi yang luar biasa. Tidak hanya dapat digunakan di Ms Windows, bisa di Linux, juga di Macintosh. Meskipun demikian, tidak ada versi gratisnya. Namun, sekarang VMware telah menciptakan solusi free/open source untuk mesin virtualnya. Yaitu dengan merilis VMware player (download di sini).

VMware Player tersedia dalam format: Ms Windows dan Linux (.rpm dan .bundle). Karena aku pake Linux Mint, berarti harus download yang .deb atau format umum; .bundle. Tapi, bagaimana cara instalnya? Setelah Googling beberapa saat, ketemulah cara menginstalasi file berformat .bundle ini. Ternyata cukup dengan menggunakan terminal:

$ sudo sh ./VMware-Player-2.5.1-126130.i386.bundle

Tekan [enter] dan beberapa saat kemudian muncul panduan instalasi seperti berikut:

Siap Install

Siap Install

Jendela tersebut menginformasikan bahwa software siap untuk di-instal. Klik [Install] untuk melanjutkan.

Baca lebih lanjut

Desktop Keren Linux

Lagi asyik-asyik browsing eh… lah kok nyasar ke halaman ini Ubuntu 8.10 Desktop Customization Guide. Wah, keren juga nih kalo berhasil melakukan kustomasi pada desktop Linux Mint-ku. Linux Mint keturunan Ubuntu, so pasti bisa lah.

Begini nih asalnya:

Tampilan Sebelum Kustomasi

Tampilan Sebelum Kustomasi

Dan yang ini setelah mengikuti petunjuk kustomasi itu…

Setelah Kustomasi

Setelah Kustomasi

Baca lebih lanjut