Arsip Kategori: Under Windows

Tutorial, panduan, informasi seputar aplikasi yang berjalan di lingkungan Microsoft Windows

Memindah Lokasi “Documents” Windows 7

Mungkin aku salah satu orang yang benci menggunakan DeepFreeze di dalam sistem komputer, apalagi bila itu diterapkan di laboratorium komputer dan proses instalasinya tergesa-gesa; apalagi jika teknisinya malas! Untuk komputer yang terpasang DeepFreeze memang terkesan “aman” tapi yang jelas (bagiku), tidak nyaman. Sebab, untuk dapat berjalan lancar, sistem operasi (terutama Ms Windows) akan selalu memeriksa keberadaan hardware pada sistemnya. Jika hardware tersebut belum dikenal, OS akan berusaha menemukan driver yang sesuai dan mengkonfigurasinya. Bahkan USB Flashdisk pun demikian.

Ketidak-nyamanan paling terasa jika kita (terbiasa) menyimpan dokumen di folder My Documents yang lokasi pastinya ada di drive C (atau drive sistem). Ketika PC di-restart, hilanglah semua kerja keras kita. Dan, ketika bencana itu terjadi, teknisi cuma bilang, “simpan di drive D saja” tanpa (bisa–gak bakal bisa) memberikan solusi untuk data/dokumen yang sirna.

Nah, tidak semua pengguna sadar dengan keberadaan DeepFreeze di komputer yang ia gunakan. Sehingga, ada baiknya, teknisi meng-antisipasi-nya dengan memindahkan lokasi “default” folder Documents. Di Windows XP, caranya sangat mudah. Di Windows 7, bagaimana caranya?  Baca lebih lanjut

10 Software Gratisan Favoritku

Bagi orang yang sudah terbiasa bekerja di bawah lingkungan Ms Windows (seperti aku) mungkin akan ‘sedikit’ sulit beradaptasi dengan sistem operasi lainnya, terlebih Linux. Di sisi lain, penggunaan standar dokumen yang berbeda membuat kita semakin tergantung pada software tertentu.

Biarpun begitu sulitnya menghilangkan kecanduan itu, aku tetap memperbanyak penggunaan free software dalam sistem komputerku. Berikut ini 10 software gratisan favoritku:

1. 7-zip, yang dapat menangani beragam metode kompresi file. Tidak hanya gratis, tersedia juga source code-nya bagi yang ingin ikut mengembangkannya.

2. Avira Antivir Personal, antivirus gratisan yang cukup handal untuk mengamankan komputerku dari virus. Update-nya yang rutin membuatku nyaman menggunakannya.

3. Foxit Reader, alat pembaca PDF yang ringan dan gratis dengan fitur standar yang cukup memenuhi kebutuhanku sehari-hari.

4. Mozilla Firefox, web browser gratisan yang terbaik menurutku.

5. WinAmp, pemutar musik yang sudah sejak lama gratis dan popular.

6. VLC Media Player, pemutar video yang kompatibel dengan berbagai media, ringan, dan gratis.

7. CDBurnerXP, pembakar CD/DVD standar yang cukup baik.

8. Notepad++, pengganti Notepad khususnya bagi siapa saja yang suka menulis skrip-skrip program. Dilengkapi dengan syntax higlighter, mendukung banyak bahasa pemrograman.

9. XAMPP, paket server web lokal yang komplit meliputi: Apache 2, MySQL 5, PHP 5, dan phpMyAdmin.

10. Alcohol 52%, emulator CD/DVD yang dapat digunakan untuk menciptakan CD/DVD Drive maya dan pembuatan CD/DVD image. Lumayan, bisa menghemat penggunaan CD/DVD Drive khususnya untuk memainkan game.

Nah, itulah 10 software gratisan yang selalu kupakai di PC, laptop, atau netbook. Bagaimana dengan kamu?

Aplikasi Perkantoran Canggih dan “Free”

Akhirnya… aplikasi perkantoran free / open source hadir. Ya, OpenOffice.org dan LibreOffice. Untuk tahun ini kita bisa menggunakan salah satu darinya dengan cuma-cuma alias gratis! Meskipun OpenOffice.org telah dibeli Oracle dari SUN, Oracle tetap menjadikan OpenOffice.org 3.3 sebagai aplikasi perkantoran terbuka dan gratis. Setelah melalui sepuluh kali versi beta, akhirnya hari ini aku bisa mengunduh dan menggunakan OpenOffice.org terbaru. Semoga saja, dengan fitur-fitur baru yang ditawarkan, OpenOffice.org bukan saja menjadi alternatif tetapi menjadi replacement alias pengganti aplikasi perkantoran berbayar yang tak mampu kita dapatkan tanpa membajaknya.

OpenOffice.org 3.3

OpenOffice.org 3.3

LibreOffice 3.3

LibreOffice 3.3

Sedangkan LibreOffice ini sendiri merupakan keturunan dari OpenOffice.org. Kenapa kok begitu? Gara-gara seluruh lini perusahaan SUN dibeli oleh Oracle, muncul kekhawatiran akan kelangsungan aplikasi perkantoran yang open source dan tersedia bebas untuk semua orang. The Document Foundation, yang dibuat oleh komunitas OpenOffice.org merasa perlu untuk menyiapkan aplikasi perkantoran pengganti jika seandainya OpenOffice.org ditutup (kode sumber dan kebebasan pemakaiannya) oleh Oracle. Bisa dilihat dari tampilan splash screen-nya yang mirip dengan OpenOffice.org lama. Tentu saja, LibreOffice juga menyertakan fitur-fitur baru yang mirip OpenOffice.org.