Arsip Tag: Windows

Manual Update Avira Antivir Personal

Avira

Avira Antivir Personal

Pengguna Personal Computer (PC) atau biasa disebut komputer saja, umumnya menggunakan sistem operasi Microsoft Windows baik XP, Vista, Se7en, atau versi lainnya. Tentu saja tidak lepas dari kekhawatiran terinfeksi virus dan semacamnya. Sebagian dari teman-temanku berasumsi bahwa PC atau laptopnya aman karena menggunakan software antivirus “terbaru”; walaupun tidak pernah di-update. Begitu terjadi masalah dengan PC atau laptopnya, muncul keluhan… “padahal saya sudah pake antivirus terbaru???”

Memang, menggunakan software antivirus terbaru merupakan satu langkah mengamankan PC atau laptop dari serangan virus dan keluarganya. Tapi, software baru hanya merupakan “mesin” baru dengan kemampuan scan baru. Biasanya, software menawarkan proses scan yang lebih cepat, penambahan fitur baru, atau perubahan antarmuka (tampilan) saja. Memang, antivirus baru menyertakan beberapa data virus baru (dicatat ya: sampai tanggal software tersebut diluncurkan ke publik).

Lalu bagaimana? Baca lebih lanjut

Toshiba Satellite M305-S4910, Original Tanpa Support

Toshiba Satellite M305-S4910

Toshiba Satellite M305-S4910

Bagaimana tidak, laptop yang dibeli dengan harga cukup mahal +7,5 juta tapi tidak ada dukungan recovery system yang baik. Pengguna disuruh membuat recovery-nya sendiri. Itu yang dikatakan teman pemilik laptop ini ketika menghubungi toko tempatnya membeli. Dan… memang sudah disediakan utilitasnya.

Oke-lah Baca lebih lanjut

Dual Boot Windows – Ubuntu (2)

Bila pada cara pertama kita memanfaatkan kecanggihan WUBI untuk menginstal Ubuntu, cara kedua adalah menggunakan installer dari Ubuntu sendiri. Syaratnya, atur agar komputer dapat melakukan boot melalui CD/DVD, masukkan Ubuntu 9.04 Live CD yang sebelumnya bisa di-download atau dibeli, dan tunggulah hingga muncul menu booting seperti tampak pada gambar di bawah ini:

Boot CD Menu

Boot CD Menu

Pilih “Install Ubuntu” dan Baca lebih lanjut

Dual Boot Windows – Ubuntu (1)

Dual (multi) boot merupakan istilah untuk komputer dengan banyak operating system (OS) di dalamnya, sehingga kita dapat memilih OS mana yang akan kita gunakan. Tujuan penggunaan dual boot ini juga beragam:

  1. Bagi sys-admin yang menangani beragam OS dalam jaringan. Misalnya, melakukan remote install aplikasi akan lebih mudah bila dilakukan melalui sistem/OS yang sama.
  2. Migrasi dari OS proprietary ke open source yang memerlukan tahap pengenalan atau pembiasaan.
  3. Software developer atau pengembang perangkat lunak, yang menginginkan softwarenya bisa berjalan di berbagai platform OS.
  4. Menghindari sweeping software bajakan.
  5. de-el-el

Setiap orang memiliki alasannya masing-masing. Apapun alasannya, di sini akan kita coba membuat dual boot menggunakan Ubuntu Linux 9.04 Jaunty dengan Ms Windows XP. Kenapa diberi nomer 1 (satu)? Karena ada dua cara yang akan kita praktikkan.

Langkah pertama, Baca lebih lanjut

Instalasi VMware Player di Windows

Jaringan komputer hanya bisa dibuat jika terdapat 2 (dua) komputer yang terhubung baik wired maupun wireless dalam satu jaringan yang sama. Bagaimana kalo kita cuman punya 1 (satu) PC? Mudah saja, kita buat aja PC “maya/virtual”. Pilihannya, bisa pake: Virtual Box, VMware, atau VMware Player.

Kali ini, kita coba pake VMware Player yang bisa diunduh di sini. Kemudian instal ke PC. VMware Player akan menciptakan 2 (dua) kartu jaringan baru dalam daftar [Network Connections], yaitu: VMnet1 dan VMnet8. Untuk selanjutnya, Ms Windows akan berfungsi sebagai Host (tuan rumah). Dan semua sistem operasi yang berjalan pada VMware Player adalah Guest (tamu)-nya. Berbeda dengan VMware yang sebenarnya, VMware Player sebenarnya hanya bisa digunakan untuk men-jalankan virtual machine; tidak ada fasilitas pembuatannya. Berarti kita harus membuatnya dengan bantuan software lain. Cara membuatnya ada di sini.

Baca lebih lanjut

Acer e-Machines D720

Laptop baru nih…

Acer e-Machines

Acer e-Machines

Tapi bukan punya sendiri :D. Ada teman yang kesulitan nge-install Windows XP dan dibawa deh ke rumahku. Penyebabnya, pas proses deteksi hardware, diberitahukan bahwa harddisk tidak ditemukan. Jelas dan sudah pasti nih, karena harddisk-nya model SATA! Usulanku, instal aja Windows Vista. Wong ya manusia, jaman sudah modern masih pake Windows XP… sudah biasa, katanya. Biasa… atau malas belajar?!

Anyway, akhirnya aku Googling (kata kerja baru dalam kamus bahasa Inggris, artinya segala aktivitas pencarian menggunakan search engi ne bernama Google) dan menemukan (at least) dua alternatif.

Pertama, aku harus melakukan slipstream driver SATA ke dalam instalasi Windows XP. Karena laptop tidak dilengkapi floppy drive. Untuk keperluan ini bisa pake aplikasi bernama nLite.

Kedua, dengan mengubah mode dari harddisk SATA dari AHCI menjadi IDE. Cara ini kuketahui dari tulisan seorang Wisnuhera tentang ‘mainan baru’-nya.

Lalu, pilih cara yang mana?

Baca lebih lanjut